1
1


Gitaris yang baik adalah gitaris yang bukan hanya gitaris yang mempunyai tehnik tinggi dalam memainkan gitarnya, tapi bagaimana gitaris tersebut bisa dikenal walaupun orang baru mendengar suara gitarnya melalui radio. Sebagai contoh seorang penggemar Eddie van Halen mendengar satu lagu yang belum dia kenal namun bisa tahu kalau yang memainkan gitar di lagu tersebut adalah Eddie van Halen. Seorang gitaris juga harus bisa menjadi bagian penting dalam Band yang di ikuti, sebagai contoh, apa jadinya Led zeppelin tanpa Jimmy page, atau Metallica tanpa Kirk Hammet. Dan satu lagi yang terpenting yang harus di miliki seorang gitaris terbaik, seorang gitaris bisa menjadi inspirasi bagi gitaris gitaris lainnya dan bagaimana dengan musik yang dimainkannya, bisa membawa perubahan dalam dunia musik, sebagaimana musik yang dimainkan kurt cobain pentolannya Nirvana, walaupun kemampuannya bisa di bilang standart, namun bisa membawa Grunge menjadi genre yang sangat populer di tahun 90 an.

Hal hal tersebut diatas menjadikan dasar majalah Rolling stone dalam membuat daftar 100 gitaris terbaik sepanjang masa. Berikut daftar 100 gitaris terbaik versi majalah Rolling stone :

    1.  Jimi Hendrixs
  1. Duane Allman of the Allman Brothers Band
  2. B.B. King
  3. Eric Clapton
  4. Robert Johnson
  5. Chuck Berry
  6. Stevie Ray Vaughan
  7. Ry Cooder
  8. Jimmy Page of Led zeppelin
  9. Keith Richards of the Rolling Stones
  10. Kirk Hammett of Metallica
  11. Kurt Cobain of Nirvana
  12. Jerry Garcia of the Grateful dead
  13. Jeff Beck
  14. Carlos Santana
  15. Johnny Ramone of the Ramones
  16. Jack White of the White Stripes
  17. John Frusciante of the Red Hot Chili Peppers
  18. Richard Thompson
  19. James Burton
  20. George Harrison
  21. Mike Bloomfield
  22. Warren Haynes
  23. The Edge of U2
  24. Freddy King
  25. Tom Morello of Rage Against the Machine and Audioslave
  26. Mark Knopfler of Dire Straits
  27. Stephen Stills
  28. Stephen Stills of the Stooges
  29. Buddy Guy
  30. Dick Dale
  31. John Cipollina of Quicksilver Messenger Service
  32. Thurston Moore of Sonic Youth
  33. Lee Ranaldo of Sonic Youth
  34. John Fahey
  35. Steve Cropper of Booker T. and the MG's
  36. Bo Diddley
  37. Peter Green of Fleetwood Mac
  38. Brian May of Queen
  39. John Fogerty of Creedence Clearwater Revival
  40. Clarence White of the Byrds
  41. Robert Fripp of King Crimson
  42. Eddie Hazel of Funkadelic
  43. Scotty Moore
  44. Frank Zappa
  45. Les Paul
  46. T-Bone Walker
  47. Joe Perry of Aerosmith
  48. John McLaughlin
  49. Pete Townshend
  50. Paul Kossoff of Free
  51. Lou Reed
  52. Mickey Baker
  53. Jorma Kaukonen of Jefferson Airplane
  54. Ritchie Blackmore of Deep Purple
  55. Tom Verlaine of Television
  56. Roy Buchanan
  57. Dickey Betts of the Allman Brothers Band
  58. Ed O'Brien of Radiohead
  59. Jonny Greenwood of Radiohead
  60. Ike Turner
  61. Zoot Horn Rollo of the Magic Band
  62. Danny Gatton
  63. Mick Ronson
  64. Hubert Sumlin
  65. Vernon Reid of Living Color
  66. Link Wray
  67. Jerry Miller of Moby Grape
  68. Steve Howe of Yes
  69. Eddie Van Halen
  70. Lightnin' Hopkins
  71. Joni Mitchell
  72. Trey Anastasio of Phish
  73. Johnny Winter
  74. Adam Jones of Tool
  75. Ali Farka Toure
  76. Henry Vestine of Canned Heat
  77. Robbie Robertson of the Band
  78. Cliff Gallup of the Blue Cops
  79. Robert Quine of the Voidoids
  80. Derek Trucks
  81. David Gilmour of Pink Floyd
  82. Neil Young
  83. Eddie Cochran
  84. Randy Rhoads
  85. Tommy Iommi of Black Sabbath
  86. Joan Jett
  87. Dave Davies of the Kinks
  88. D. Boon of the Minutemen
  89. Glen Buxton of Alice Cooper
  90. Robby Krieger of the Doors
  91. Wayne Kramer of the MC5
  92. Fred "Sonic" Smith of the MC5
  93. Bert Jansch
  94. Kevin Shields of My Bloody Valentine
  95. Angus Young of AC/DC
  96. Robert Randolph
  97. Leigh Stephens of Blue Cheer
  98. Greg Ginn of Black Flag
  99. Kim Thayil of Soundgarden
Apakah gitaris Favorit anda masuk dalam jajaran 100 gitaris terbaik diatas???

Selanjutnya...

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.

Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 4 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri. Dia berkata dengan suara manjanya, “Papa lihat!” John menengok kearahnya dan berkata, “Wah, buku baru ya?” “Ya Papa!” katanya berseri-seri, “Bacain dong!” “Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”, kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.

Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali “Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy”. Dengan perasaan agak kesal John menjawab: “Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya”. “Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa” katanya sendu. “Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu.” “Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan.”

John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku disebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya. Tiba-tiba Magy mulai lagi “Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka”. “Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali!” dengan agak keras John membentak anaknya.

Hampir menangis Magy mulai menjauh, “Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali”. Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata “Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar”.

John hanya diam. Kejadian 3 minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 4 tahun meletakkan tangannya yang mungil diatas tangannya yang kasar mengatakan: “Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar”. Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya, dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan.

Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya. John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh putrinya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir. Mungkin…

JANGAN JADIKAN DIRI ANDA SEPERTI JOHN, SAAT SEMUANYA TERJADI, PENYESALAN SUDAH SANGAT TERLAMBAT…

LAKUKAN SESUATU SEBELUM ANDA TERLAMBAT UNTUK MENYADARINYA, BERIKANLAH KEBAHAGIAAN BAGI MEREKA YANG ANDA CINTAI. APAKAH ANDA BENAR-BENAR MENCINTAI MEREKA…??

Selanjutnya...