-
▼
2011
(123)
- ► 3 Juli - 10 Juli (2)
- ► 26 Juni - 3 Juli (3)
- ► 12 Juni - 19 Juni (2)
- ► 3 April - 10 April (6)
- ► 20 Maret - 27 Maret (3)
- ► 23 Januari - 30 Januari (10)
- ► 16 Januari - 23 Januari (23)
- ► 9 Januari - 16 Januari (18)
- ► 2 Januari - 9 Januari (24)
-
►
2010
(450)
- ► 26 Desember - 2 Januari (26)
- ► 24 Oktober - 31 Oktober (16)
- ► 17 Oktober - 24 Oktober (31)
- ► 10 Oktober - 17 Oktober (69)
- ► 3 Oktober - 10 Oktober (38)
- ► 18 April - 25 April (6)
Dual Core berarti sebuah prosesor yang memiliki dua buah inti atau inti ganda. Contohnya adalah seperti Pentium D dan Core Duo atau Core 2 Duo dari Intel dan Athlon 64 X 2 dari AMD. Sedangkan Core itu penamaan terbaru prosesor Intel menggantikan brand "Pentium" yang sudah nggak dipake lagi. Jadi, setelah mereka meluncurkan prosesor Core, terus generasi keduanya setelah Core itu ya Core 2, seperti layaknya dulu ada Pentium dan Pentium II, dan seterusnya.Dua itu menandakan bahwa prosesor tersebut menggunakan dua buah Core / inti (Dual Core). Kalau yang cuma menggunakan satu buah Core / inti, namanya jadi Core 2 solo, sedangkan yang menggunakan 4 buah Core / inti, namanya adalah Core 2 Quad.
Core 2 Quad jelas lebih cepat, logikanya : cepat mana makan 10 piring dengan 2 orang atau 4 orang ? ( diasumsikan semua orang berkemampuan sama ) sudah jelas 4 kan ?
Prosesor Dual Core Intel sendiri sudah dimulai pada akhir era Pentium yaitu prosesor yang disebut dengan Pentium D ( Pentium Dual ). Bila pentium D menggabungkan dua buah pentium, maka Core 2 Quad menggabungkan dua buah core 2 Duo. Adapun core 2 Duo sendiri sudah merupakan prosesor dual core.
Secara teknis, kalau dari klaimnya Intel, Core 2 Duo itu lebih hemat daya sampai 40 persen dibandingkan dengan prosesor Dual Core pendahulunya dan juga memiliki kinerja yang 40 persen lebih cepat. Selain itu, cache L2 yang lebih besar juga sudah dilengkapi dengan teknologi terbaru, kalau nggak salah disebut smart cache, yang membuat kinerjanya jadi lebih baik lagi.
Semoga Bermanfaat...
Selanjutnya...
Video game dikembangkan untuk menjawab kebutuhan manusia akan hiburan. Tapi, tak jarang video game justru memicu kontroversi, bahkan terpaksa sejumlah negara melarang peredaran sebuah video game.
Alasan pelarangan video game bermacam-macam, mulai dari konten berisi kekerasan hingga dianggap mempromosikan perjudian. Siliconrepublic, melansir 10 video game dilarang di suatu negara. Berikut game tersebut:
10. Pokemon
Game seri Pokemon dilarang di Arab Saudi. Penyebab pelarangan tersebut karena permainan kartu ini diangga mempromosikan perjudian.Pada tahun 2001, semua produk dari franchise Pokemon dilarang karena juga terkait dengan Zionisme dan intoleransi keagamaan lainnya. Game tersebut di klaim memuat fitur salib, dan "the Star of David" lambang negara Israel.
9. Carmageddon
Pada tahun 1997, Carmageddon dinilai telah menyimpang di mana menampilkan gambar-gambar kekerasan yang berlebihan. Fantasi-fantasi kekerasan yang dimunculkan membuat game ini dilarang di Brasil, Jerman dan Inggris,
8. Football Manager 2005
Game bertema sepakbola ini dilarang di China pada 2005. Pemerintah Republik Rakyat China mengklaim permainan ini melanggar UU di China karena memuat konten berbahaya bagi kedaulatan China dan integritas teritorial. Pasalnya di Game ini, FM 2005 memasukan Tibet dan Taiwan sebagai negara terpisah dari China.
7. Mortal Kombat
Brazil dan Jerman melarang perdaran game ini karena game pertarungan tersebut kerap menampilkan darah berlebihan. Sejak tahun 1992, seri Mortal Kombat telah membawa kontroversi untuk game. Bahkan Entertainment Software Rating Board (ESRB) akhirnya mengharuskan semua permainan video untuk dinilai dan diberi label peringatan pada kemasan game.
6. Left 4 Dead 2
Pemerintah Australia dan Jerman melarang game ini karena tak memberikan label peringatan agar game tersebut hanya dimainkan orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Gambar-gambar yang dimunculkan seringkali berlebihan, sebut saja zombie, pemotongan, detai luka dan tumpukan mayat.
5. Bully (Canis Canem)
Dilarang di Brazil, Inggris dan Amerika Serikat. Game ini dianggap mengajak anak-anak sekolah untuk berbuat keonaran di sekolah dan dianggap dapat merusak moral generasi muda.
4. Grand Theft Auto: San Andreas
Game ini dilarang di Australia dan AS dan selalu menjadi kontroversi. Meski game ini cukup canggih dengan menggunakan perspektif Google Maps, tema inti dari game ini dianggap mengajarkan perampokan, kekerasan dan narkoba. Bahkan dalam seri GTA: San Andreas, fitur game ini menghadirkan sebuah game mini yang bertajuk Hot Coffee. Dalam game mini itu terdapat adegan antara dua karakter game yang sedang melakukan hubungan seksual. Sontak, tim sensor game langsung me-rating game tersebut.
3. Call of Duty
Dilarang di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Rusia dan Kuba. Game perang seperti Call of Duty ini dianggap telah melencengkan sejarah karena lokasi dan waktu yang digunakan dalam tema perang biasanya diambil ketika zaman peperangan di suatu negara. Seri Call of Duty yang paling menuai kontroversi adalah Modern Warfare 2 dan Black Ops. Namun begitu, keduanya malah menuai untung yang cukup besar dari larisnya penjualan software game tersebut.
2. Postal
Postal, game yang mengusung genre 'first-person shooter' menampilak sejumlah adegan yang mengerikan. Gamer diajak untuk menembaki sejumlah pekerja dan warga sipil yang dikisahkan sedang 'mengamuk' di sebuah wilayah berlatar belakang Irlandia. Digamarkan warga sipil dan pemberontak sedang menggenjot produksi obat terlarang untuk keperluan terorisme. teroris game ini dilarang di 13 negara termasuk Australia, Selandia Baru dan Swedia.
1. ManHunt.
Pada 2008 Manhunt 2 dilarang beredar karena konten sadisme yang ditampilkannya. Rockstar selaku pengembang sempat merilis versi revisinya, namun, tetap dilarang. di perjual-belikan. Jauh sebelumnya, pada 2004, Manhunt pertama menjadi berita utama koran-koran Inggris menyusul tewasnya seorang siswa 14 tahun akibat ditikam dan dipukul di Leicester, kota Inggris tengah timur. Orang tua korban merasa yakin pembunuhnya memperoleh ilham dari game itu, kendatipun polisi dan pengacara menjelaskan tak ada bukti game itu memainkan peran dalam pembunuhan tersebut. Game ini dilarang di tujuh negara, termasuk Jerman, Inggris dan Irlandia.
Semoga Bermanfaat...
Selanjutnya...









