-
▼
2011
(123)
- ► 3 Juli - 10 Juli (2)
- ► 26 Juni - 3 Juli (3)
- ► 12 Juni - 19 Juni (2)
- ► 3 April - 10 April (6)
- ► 20 Maret - 27 Maret (3)
- ► 23 Januari - 30 Januari (10)
- ► 16 Januari - 23 Januari (23)
- ► 9 Januari - 16 Januari (18)
- ► 2 Januari - 9 Januari (24)
-
►
2010
(450)
- ► 26 Desember - 2 Januari (26)
- ► 24 Oktober - 31 Oktober (16)
- ► 17 Oktober - 24 Oktober (31)
- ► 10 Oktober - 17 Oktober (69)
- ► 3 Oktober - 10 Oktober (38)
- ► 18 April - 25 April (6)
Tampilkan postingan dengan label Music gallery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music gallery. Tampilkan semua postingan
Berbicara, bergumam atau bernyanyi, adalah kegiatan yang mengeluarkan suara. Kegiatan itu sendiri sebenarnya merupakan bagian dari ekspresi yang bisa dilakukan bahkan sejak manusia berada dalam usia sangat dini.
Kegiatan mengeluarkan suara ini sendiri sering dikatakan hal yang alamiah. Padahal, untuk bisa menghasilkan suara merdu yang sedap didengar dengan pengucapan yang jelas dan bisa ditangkap oleh pendengarnya, sangat berkaitan dengan faktor kesehatan yang berhubungan dengan organ tubuh yang memproduksi suara.
Tanpa disadari, manusia tidak luput dari hal-hal yang bisa membahayakan organ suaranya. Sama seperti organ lain, pita suara juga rentan terhadap berbagai penyakit.
"Suara adalah duta besar Anda pada dunia. Suara mencerminkan personalitas dan emosi kita. Penilaian orang pada kita salah satunya dipengaruhi oleh suara kita," kata Norman Hogikyan, peneliti dari University of Michigan Health System. Karena itulah, sangat penting untuk menjaga kualitas suara kita, meski Anda bukan seorang penyanyi atau presenter. Hogikyan memberikan tip untuk menjaga kualitas suara.
1. Cukupi kebutuhan cairan
Minumlah cukup air putih setiap hari dan hindari minuman beralkohol dan kafein. Vokal suara kita bergetar sangat cepat, dan air akan menjaganya tetap berpelumas. Buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti semangka, apel, pir, atau melon, juga sangat disarankan untuk dikonsumsi.
2. Istirahat bersuara
Mereka yang pekerjaan sehari-harinya banyak menggunakan suara, seperti penyanyi profesional, guru, atau pengkhotbah, disarankan untuk mengistirahatkan suaranya di antara periode-periode tertentu. Hal ini untuk mencegah timbulnya benjolan-benjolan di pita suara akibat pemakaian suara yang berlebihan.
3. Hindari rokok
Bila Anda sudah terlanjur merokok, berhentilah. Merokok meningkatkan risiko kanker tenggorokan dan asap rokok, bahkan pada perokok pasif, bisa membuat pita suara iritasi.
4. Hindari pemakaian suara berlebihan
Hindari berteriak atau menjerit-jerit, serta hindari untuk bersuara dengan kencang di lingkungan bising. Bila tenggorokan mulai terasa kering atau suara mulai serak, kurangi penggunaan suara. Suara yang parau atau serak merupakan tanda pita suara Anda mengalami iritasi.
5. Jagalah otot leher rileks
Jagalah agar tenggorokan dan otot leher selalu rileks, bahkan ketika Anda menyanyikan nada tinggi atau nada rendah. Beberapa penyanyi memiringkan kepala mereka ketika menyanyikan nada tinggi dan menundukkan kepala ketika menyanyikan nada rendah.
6. Perhatikan cara bertutur
Bahkan penyanyi profesional pun bisa mengalami gangguan suara ketika mereka berbicara. "Saat berbicara, Anda harus banyak menarik napas," kata Hogikyan.
7. Jangan terlalu sering membersihkan tenggorokan
Hindari berdahak terlalu sering untuk membersihkan tenggorok karena bisa menyebabkan suara parau. Minum cairan tanpa kafein hangat dapat membantu membasahi tenggorok. Menghirup uap air panas juga dapat membantu.
8. Dengarkan tubuh Anda
Jika Anda sedang sakit flu dan suara mulai serak, gunakan suara seminimal mungkin.
9. Gunakan alat bantu
Bila Anda perlu berbicara di depan umum atau di luar ruangan dengan publik yang banyak, gunakan alat bantu pengeras suara sehingga Anda tidak perlu berteriak.
10. Lakukan latihan
Pita suara juga perlu dilatih agar tetap lentur. Anda bisa melakukannya dengan cara bersenandung kecil di pagi hari sebagai "pemanasan" pita suara.
Kegiatan mengeluarkan suara ini sendiri sering dikatakan hal yang alamiah. Padahal, untuk bisa menghasilkan suara merdu yang sedap didengar dengan pengucapan yang jelas dan bisa ditangkap oleh pendengarnya, sangat berkaitan dengan faktor kesehatan yang berhubungan dengan organ tubuh yang memproduksi suara.
Tanpa disadari, manusia tidak luput dari hal-hal yang bisa membahayakan organ suaranya. Sama seperti organ lain, pita suara juga rentan terhadap berbagai penyakit.
"Suara adalah duta besar Anda pada dunia. Suara mencerminkan personalitas dan emosi kita. Penilaian orang pada kita salah satunya dipengaruhi oleh suara kita," kata Norman Hogikyan, peneliti dari University of Michigan Health System. Karena itulah, sangat penting untuk menjaga kualitas suara kita, meski Anda bukan seorang penyanyi atau presenter. Hogikyan memberikan tip untuk menjaga kualitas suara.
1. Cukupi kebutuhan cairan
Minumlah cukup air putih setiap hari dan hindari minuman beralkohol dan kafein. Vokal suara kita bergetar sangat cepat, dan air akan menjaganya tetap berpelumas. Buah-buahan yang banyak mengandung air, seperti semangka, apel, pir, atau melon, juga sangat disarankan untuk dikonsumsi.
2. Istirahat bersuara
Mereka yang pekerjaan sehari-harinya banyak menggunakan suara, seperti penyanyi profesional, guru, atau pengkhotbah, disarankan untuk mengistirahatkan suaranya di antara periode-periode tertentu. Hal ini untuk mencegah timbulnya benjolan-benjolan di pita suara akibat pemakaian suara yang berlebihan.
3. Hindari rokok
Bila Anda sudah terlanjur merokok, berhentilah. Merokok meningkatkan risiko kanker tenggorokan dan asap rokok, bahkan pada perokok pasif, bisa membuat pita suara iritasi.
4. Hindari pemakaian suara berlebihan
Hindari berteriak atau menjerit-jerit, serta hindari untuk bersuara dengan kencang di lingkungan bising. Bila tenggorokan mulai terasa kering atau suara mulai serak, kurangi penggunaan suara. Suara yang parau atau serak merupakan tanda pita suara Anda mengalami iritasi.
5. Jagalah otot leher rileks
Jagalah agar tenggorokan dan otot leher selalu rileks, bahkan ketika Anda menyanyikan nada tinggi atau nada rendah. Beberapa penyanyi memiringkan kepala mereka ketika menyanyikan nada tinggi dan menundukkan kepala ketika menyanyikan nada rendah.
6. Perhatikan cara bertutur
Bahkan penyanyi profesional pun bisa mengalami gangguan suara ketika mereka berbicara. "Saat berbicara, Anda harus banyak menarik napas," kata Hogikyan.
7. Jangan terlalu sering membersihkan tenggorokan
Hindari berdahak terlalu sering untuk membersihkan tenggorok karena bisa menyebabkan suara parau. Minum cairan tanpa kafein hangat dapat membantu membasahi tenggorok. Menghirup uap air panas juga dapat membantu.
8. Dengarkan tubuh Anda
Jika Anda sedang sakit flu dan suara mulai serak, gunakan suara seminimal mungkin.
9. Gunakan alat bantu
Bila Anda perlu berbicara di depan umum atau di luar ruangan dengan publik yang banyak, gunakan alat bantu pengeras suara sehingga Anda tidak perlu berteriak.
10. Lakukan latihan
Pita suara juga perlu dilatih agar tetap lentur. Anda bisa melakukannya dengan cara bersenandung kecil di pagi hari sebagai "pemanasan" pita suara.
Sumber : http://health.kompas.com/index.php/read/2010/11/23/11400225/10.Cara.Menjaga.Kualitas.Suara-5
Selanjutnya...
Drummer terbaik di Dunia versi Gudang Enam
urutan drummer terbaik ini berdasarkan subjektivitas, dan masing-masing kita memiliki penilaian yang berbeda tentang drummer terbaik ini. Jika agan tidak setuju dengan daftar ini, itu sah-sah saja.
1. Neil Peart (Rush)
2. John Bonham* (Led Zeppelin)
3. Keith Moon* (The Who)
4. Carl Palmer (ELP)
5. Ginger Baker (Cream)
6. Terry Bozzio (Frank Zappa)
7. Bill Bruford (Yes, King Crimson)
8. Hal Blaine (Session man)
9. Ian Paice (Deep Purple)
10. Mike Portnoy (Dream Theater)11. Dave Lombardo (Slayer)
12. Danny Carey (Tool)
13. Ringo Starr (The Beatles)
14. Carmine Appice (Vanilla Fudge)
15. Earl Palmer (Session man)
16. Benny Benjamin* (Funk Brothers)
17. Jeff Porcaro* (Toto)
18. Stewart Copeland (The Police)
19. Tommy Aldridge (Ozzy Osbourne)
20. Bernard Purdie (Session)
21. Bill Ward (Black Sabbath)
22. Steve Smith (Journey)
23. Mitch Mitchell (Jimi Hendrix)
24. David Garabaldi (Tower Of Power)
25. Mike Shrieve (Santana)
26. Ainsley Dunbar (Jeff Beck)
27. Cozy Powell* (Rainbow)
28. Nicko McBrain (Iron Maiden)
29. Carter Beauford (Dave Matthews)
30. Tim Alexander (Primus)
31. Roger Taylor (Queen)
32. Matt Cameron (Soundgarden)
33. Zigaboo Modeliste (The Meters)
34. Phil Collins (Genesis)
35. Al Jackson* (The MGs)
36. Vinnie Paul (Pantera)
37. Topper Headon (The Clash)
38. Lars Ulrich (Metallica)
39. Jimmy Chamberlain (Smashing Pumpkins)
40. Bobby Jarzombeck (Rob Halford, Iced Earth)
41. Rod Morgenstein (Dixie Dregs, Winger)
42. Gene Holgan (Death, Strapping Young Lad)
43. Martin Lopez(Opeth)
44. Simon Phillips (Toto)
45. Mike Giles (King Crimson, Giles, Giles & Fripp )
46. Max Weinberg (Springsteen)
47. Alex Van Halen (Van Halen)
48. Jon Theodore (Mars Volta, One Day As A Lion)
49. Brian Downey (Thin Lizzy)
50. Gavin Harrison (Porcupine Tree, session man)
51. Alan White (Yes)
52. Nick Menza (Megadeth)
53. Phil Ehart (Kansas)
54. Mark Zonder (Fate’s Warning)
55. Nick Mason (Pink Floyd)
56. Jaki Liebezeit (CAN)
57. Scott Travis (Judas Priest)
58. Virgil Donati (Planet X)
59. Jim Gordon (Derek And The Dominoes)
60. Ron Bushy(Iron Butterfly)
61. Richard Allen (Funk Brothers)
62. BJ Wilson* Procul Harum)
63. Chad Wackerman (Zappa)
64. Ralph Humphrey (Mothers Of Invention)
65. Josh Freese (A Perfect Circle, Desert Sessions)
66. Jojo Mayer (Nerve, session man)
67. Brann Dailor (Mastodon)
68. Clive Burr (Iron Maiden)
69. Christian Vander (Magma)
70. Dennis Thompson (MC5)
71. John French (Captain Beefheart)
72. John Weathers (Gentle Giant)
73. Steve Shelley (Sonic Youth)
74. Pat Mastelotto (King Crimson)
75. Greg Bissonette (David Lee Roth, session man)
76. Mick Fleetwood (Fleetwood Mac)
77. Mike Mangini (Extreme)
78. Larry Mullen Jr. (U2)
79. Clive Bunker (Jethro Tull)
80. Tomas Haake (Meshuggah)
81. Jabo Starks (James Brown, session man)
82. Brian Mantia (Primus)
83. Scott Rockenfield (Queensryche)
84. Phil Taylor (Motörhead)
85. Vinnie Appice (Dio, session man)
86. Fred Coury (Cinderella)
87. Travis Barker (Blink 182)
88. Phil Selway (Radiohead)
89. Randy Castillo (Ozzy Osbourne)
90. Zak Starkey (The Who, Oasis)
91. Charlie Watts (Rolling Stones)
92. Dave Grohl (Nirvana)
93. Tommy Lee (Motley Crue)
94. Jose Pasillas (Incubus)
95. Ron Wilson* (Surfaris)
96. John Densmore (The Doors)
97. Chester Thompson (Santana)
98. Matt Johnson (Jeff Buckley)
99. Van Romaine (Steve Morse)
100. Sandy Nelson (solo)
101. Steven Adler (Guns N’ Roses)
102. Butch Trucks (Allman Brothers Band)
103. Jon Hiseman (Colosseum)
104. Robert Wyatt (Soft Machine)
105. Jay Lane (Colonel Claypool’s Frog Brigade)
106. Mickey Hart (Grateful Dead)
107. Bill Kreutzmann (Grateful Dead)
108. Pierre Moerlen (Gong)
109. Derek Roddy (Hate Eternal)
110. Charlie Benante (Anthrax)
111. Thomas Pridgen (The Mars Volta)
112. Chris Pennie (Dillinger Escape Plan)
113. Taylor Hawkins (Foo Fighters)
114. Dominic Howard (Muse)
115. Sean Kinney (Alice In Chains)
116. Pick Withers (Dire Straits)
117. Lee Kerslake (Uriah Heep)
118. Sib Hashian (Boston)
119. Richard Christy (Death, Iced Earth)
120. Kris Myers (Umphrey’s McGee)
121. Pat Torpey (Mr Big)
122. Leonard Haze (Y&T)
123. Hellhammer (Mayhem)
124. Jon Fishman (Phish)
125. Allan Aucoin (Disco Biscuits)
126. Dave Abbruzesse (Pearl Jam)
127. Jason Rullo (Symphony X)
128. Morgan Carlson (Protest The Hero)
129. Jeff Campitelli (Joe Satriani)
130. Nick Barker (Dimmu Borgir)
131. Ray Herrera (Fear Factory)
132. Flo Mounier (Cryptopsy)
133. Igor Cavalera (Sepultura)
134. Jack Irons (Pearl Jam)
135. Paul Bostaph (Slayer)
136. Dean Castronovo (Journey)
137. Stanton Moore (Galactic)
138. Blake Richardson (Between the Buried and Me)
139. Jason Bonham (UFO)
140. Chad Smith (Red Hot Chilli Peppers)
141. Kenny Aronoff (Session man)
142. David Silveria (Korn)
143. Bobby Elliot (The Hollies)
144. Roger Hawkins (Arethra Franklin)
145. Greg Errico (Sly And The Family Stone)
146. Stephen Perkins (Jane’s Addiction)
147. Jim Keltner (Session man)
148. Nick D’Virgilio (Spock’s Beard)
149. Phil Rudd (AC/DC)
150. Brad Wilk (Rage Against The Machine)
dan nama nama dibawah ini juga termasuk :
Alan Gratzer (REO Speedwagon)
Alan Wren (Stone Roses)
Bill Berry (R.E.M.)
Bob Burns (Lynyrd Skynyrd)
Bobby Rondinelli (Rainbow)
Boris Williams (Cure)
Brendan Canty (Fugazi)
Britt Walford (Slint)
Buddy Miles* (Band Of Gypsys)
Buddy Saltzman (Session man)
Budgie (Siouxsee)
Bun E Carlos (Cheap Trick)
Casey Grillo (Kamelot)
Cesar Zuiderwijk (Golden Earring)
Chad Sexton (311)
Charlie Allen Martin (Bob Seger)
Chris Frantz (Talking Heads)
Chris Kontos (Machine Head)
Chris Layton (Double Trouble)
Chris Slade (AC/DC, Uriah Heep)
DJ Fontana (Elvis Presley)
Dale Crover (Melvins)
Dallas Taylor (CSNY, Manassas)
Damon Che Fitzgerald (Don Caballero)
Daniel Erlandsson (Arch Enemy)
Danny Seraphine (Chicago)
Dave Clark (Dave Clark Five)
Dave Mackintosh (Dragonforce)
Dennis Wilson* (Beach Boys)
Denny Carmassi (Montrose)
Dickie Harrell (Gene Vincent and The Blue Caps)
Dino Danelli (Rascals)
Dick Richards (The Comets)
Don Brewer (Grand Funk Railroad)
Don Henley (The Eagles)
Doug Clifford (CCR)
Ed Cassidy (Spirit)
Eddie Bayers (Session man)
Frank Beard (ZZ Top)
Frank Kirkland (Blues Sessions)
Fred Below* (The Aces, Session man)
Gary Chester* (Session man)
Gary Husband (Level 42) Hans Cleuver (Focus)
Jerry Allison (Crickets)
Jerry Gaskill (King’s X)
Jim Capaldi* (Traffic)
Jimmy DeGrasso (Megadeth)
Joe Franco (Good Rats)
Joey Jordison (Slipknot)
Joey Kramer (Aerosmith)
Joey Waronker (Walt Mink)
John Badanjek (The Detroit Wheels)
John Dalmayan (System Of A Down)
Kenny Jones (The Who)
Les Lester (Los Straightjackets)
Levon Helm (The Band)
Liberty DiVitto (Billy Joel)
Matt Abts (Gov’t Mule)
Matt McDonoughe (Mudvayne)
Matt Pelissier (My Chemical Romance)
Matt Sorum (Guns N’ Roses, Velvet Revolver)
Max Kolesne (Krisiun)
Mick Tucker (The Sweet)
Mike Bordin (Faith No More)
Mike Sus (Possessed)
Mikkey Dee (Motorhead)
Morgen Agren (Zappa)
Neil Smith (Alice Cooper)
Panama Francis* (50s-60s Session man)
Pete Sandoval (Morbid Angel)
Ralph Salmins (Session man)
Rick Allen (Def Leppard)
Rick Buckler (The Jam)
Russ Kunkel (Session man)
Sean Moore (Manic Street Preachers)
Simon Kirke (Free, Bad Company)
Stan Lynch (Tom Petty and the Heartbreakers )
Cornelius “Tenoo” Coleman (Fats Domino)
Tico Torres (Bon Jovi)
Tom Compton (Ten Years After)
Tony Thomson (Bowie)
Tre Cool (Green Day)
William Calhoun (Living Colour)
William Rieflin (Ministry)
Ziggy Modeliste (The Meters)
Alan Wren (Stone Roses)
Bill Berry (R.E.M.)
Bob Burns (Lynyrd Skynyrd)
Bobby Rondinelli (Rainbow)
Boris Williams (Cure)
Brendan Canty (Fugazi)
Britt Walford (Slint)
Buddy Miles* (Band Of Gypsys)
Buddy Saltzman (Session man)
Budgie (Siouxsee)
Bun E Carlos (Cheap Trick)
Casey Grillo (Kamelot)
Cesar Zuiderwijk (Golden Earring)
Chad Sexton (311)
Charlie Allen Martin (Bob Seger)
Chris Frantz (Talking Heads)
Chris Kontos (Machine Head)
Chris Layton (Double Trouble)
Chris Slade (AC/DC, Uriah Heep)
DJ Fontana (Elvis Presley)
Dale Crover (Melvins)
Dallas Taylor (CSNY, Manassas)
Damon Che Fitzgerald (Don Caballero)
Daniel Erlandsson (Arch Enemy)
Danny Seraphine (Chicago)
Dave Clark (Dave Clark Five)
Dave Mackintosh (Dragonforce)
Dennis Wilson* (Beach Boys)
Denny Carmassi (Montrose)
Dickie Harrell (Gene Vincent and The Blue Caps)
Dino Danelli (Rascals)
Dick Richards (The Comets)
Don Brewer (Grand Funk Railroad)
Don Henley (The Eagles)
Doug Clifford (CCR)
Ed Cassidy (Spirit)
Eddie Bayers (Session man)
Frank Beard (ZZ Top)
Frank Kirkland (Blues Sessions)
Fred Below* (The Aces, Session man)
Gary Chester* (Session man)
Gary Husband (Level 42) Hans Cleuver (Focus)
Jerry Allison (Crickets)
Jerry Gaskill (King’s X)
Jim Capaldi* (Traffic)
Jimmy DeGrasso (Megadeth)
Joe Franco (Good Rats)
Joey Jordison (Slipknot)
Joey Kramer (Aerosmith)
Joey Waronker (Walt Mink)
John Badanjek (The Detroit Wheels)
John Dalmayan (System Of A Down)
Kenny Jones (The Who)
Les Lester (Los Straightjackets)
Levon Helm (The Band)
Liberty DiVitto (Billy Joel)
Matt Abts (Gov’t Mule)
Matt McDonoughe (Mudvayne)
Matt Pelissier (My Chemical Romance)
Matt Sorum (Guns N’ Roses, Velvet Revolver)
Max Kolesne (Krisiun)
Mick Tucker (The Sweet)
Mike Bordin (Faith No More)
Mike Sus (Possessed)
Mikkey Dee (Motorhead)
Morgen Agren (Zappa)
Neil Smith (Alice Cooper)
Panama Francis* (50s-60s Session man)
Pete Sandoval (Morbid Angel)
Ralph Salmins (Session man)
Rick Allen (Def Leppard)
Rick Buckler (The Jam)
Russ Kunkel (Session man)
Sean Moore (Manic Street Preachers)
Simon Kirke (Free, Bad Company)
Stan Lynch (Tom Petty and the Heartbreakers )
Cornelius “Tenoo” Coleman (Fats Domino)
Tico Torres (Bon Jovi)
Tom Compton (Ten Years After)
Tony Thomson (Bowie)
Tre Cool (Green Day)
William Calhoun (Living Colour)
William Rieflin (Ministry)
Ziggy Modeliste (The Meters)
Selanjutnya...
Sekilas Industri Rekaman
Industri rekaman muncul bersamaan dengan penemuan phonograph pada tahun 1877. Ada tiga pemain besar industri rekaman ini yaitu, VICTOR, COLUMBIA, dan HMV (His Master's Voice) hingga akhir perang dunia II. Saat itu alat rekan (recording) hanya ditujukan kepada pengacara, bisnisman, dan reporter. Fungsi alat rekam ini untuk mempermudah penulis steno. Sayangnya bisnis ini gagal dan alat rekam menjadi mahal yang tidak layak untuk dimiliki.
Tahun 1899 seseorang mempunyai ide brilian, yaitu dengan merekam lagu-lagu klasik ke sebuah plat lalu memasangnya di tempat keramaian dan bisa didengarkan dengan memasukan uang (jukebox). Sejak penemuan alat ini maka beramai-ramai perusahaan gramophone memodifikasi alat-alat mereka untuk kebutuhan hiburan tadi, selain budget pembuatannya menjadi lebih murah. Sejak ini lah bisnis rekaman memasuki wilayah hiburan (entertainment).
Musik, Militer, dan Copyright
Perang Dunia II adalah masa-masa yang menyedihkan, akan tetapi tidak pada bisnis musik. Meningkatnya permintaan alat rekam dan player musik bagi para prajurit di medan perang. Hiburan musik ternyata membantu merilekskan prajurit. Permintaan yang tinggi akhirnya dipenuhi dengan modifikasi plat berukuran 10 inch menjadi 16 inch (untuk durasi kira-kira 15 menit). Kebetulan ukuran 16 inch ini adalah ukuran yang digunakan oleh banyak station radio. Bersamaan dengan itu lah maka hiburan musik di radio makin tinggi. Sayangnya tingginya hiburan radio tidak memberikan keuntungan bagi pemilik lagu.
Untuk pertama kalinya, Fredrick Malcolm Waring, melakukan penuntutan kepada radio station masalah copyright di Pennsylvania. Usaha Fred tidak sia-sia, walaupun pada awalnya tuntutan tersebut tidak digubris namun pada tahun 1942, James Petrillo (President of the American Federation of Musicians), memenangkan royalti bagi para pemegang copyright lagu dari setiap lagu yang digunakan radio.
Kekuasaan Durasi
Jika kita melihat sejarah dan perkembangan musik tadi, nampaknya teknologi alat rekam (recorder) dan alat pemutar (player) musik sangat berpengaruh bagi perkembangan karya musik. Jika kita kembali kepada masa kemunculan musik klasik maka jelas berbeda dengan musik masa modern (industri).
Musik klasik, pada awalnya digunakan pihak gereja sebagai media puji-pujian lantas digunakan sebagai hiburan kerajaan dan pementasan teatrikal. Tak heran jika musik-musik jenis ini tidak "terkungkung" oleh durasi. Begitupun dengan judul dan syair. Judul lagu-lagu pujian cenderung sebagai nama doa dan syair hanya menggunakan naskah doa saja. Sementara untuk musik pengiring teatrikal cukup terbantu dengan naskah cerita saja. Tidak heran jika judul lagu-lagu klasik lebih mirip kode-kode chord yang dimainkan. Saat itulah musik dan pemusik menelurkan karyanya mirip dengan seorang pelukis. Bahwa nada yang dihasilkan mampu memberikan multi-interpretasi.
Berbeda dengan musik-industri, mereka tercipta atas keterbatasan media dan durasi. Sejak musik menggunakan plat 16 inch dengan durasi 15 menit maka saat itu musik mulai dibatasi durasi media (vinyl). Kita mungkin masih ingat jaman kaset. Kaset merupakan industri mapan sejak pergantian media vinyl ke cassette. Budaya bermusik berubah, dari mulai stasiun radio hingga kelahiran walkman.
Kaset, lahir dengan beberapa versi durasi, C-15 (untuk durasi 15 menit) hingga C-90 (untuk durasi 90 menit). Sayangnya dalam pemutar (player) kaset ini membutuhkan dua sisi untuk bisa digunakan, munculah istilah SIDE A dan SIDE B. Pemunculan ini ternyata berdampak pada musisi dan pembuat lagu. Perusahaan rekaman (label) meminta lagu andalan untuk dipasang di side A, sementara lagu sisanya cukup di side B. Pengarang lagu pun mulai khawatir jika musiknya berdurasi lama, perlahan-lahan durasi lagu yang dulunya tidak terbatas oleh durasi mulai (mau tak mau) tunduk kepada aturan durasi dan side kaset tadi. Lagu Supper's Ready-nya Genesis mungkin menjadi lagu terakhir yang terpanjang untuk sebuah lagu dalam kaset. Bagaimana tidak, dengan lagu sepanjang itu satu Side hanya bisa diisi dengan 2 lagu. Artinya, satu kaset durasi 60 menit cuma bisa menampung 4 lagu? Sorry.. secara penjualan akan susah laku. Karena pembeli kaset akan senang bila dalam satu kaset terdapat banyak lagu, kalau perlu bonus track.
Sales, Marketing dan Musik Televisi
Durasi lagu untuk kaset rata-rata berkisar antara 4 - 5 menit, jadi untuk kaset 90 menit maka akan ada sekitar 9 - 10 lagu di tiap side kasetnya. Pada masa ini, bisnis musik benar-benar sudah layak disebut sebagai industri. Bagaimana tidak, penjualan musik mulai memasuki babak mendunia. Band dan musisi bertumbuhan dan hidup layak dari bermusik. Royalti dan nilai penjualan nampaknya sudah menjadi jaring uang yang hebat di bisnis ini. Pengarang lagu pun mulai mempertimbangkan pasar pendengarnya dalam mengarang lagu. Lagu dibuat sebagai komoditi ekonomis. Tidak heran jika akhirnya ada band yang dibentuk sebagai "tanaman", ditanam, dirawat, diambil buahnya, lalu dimatikan. Materi jualan musik pun makin hebat.
Media musik kian berkembang, masalah lagu andalan di SIDE A dan lagu tambahan di SIDE B akhirnya lenyap.. sejak ditemukannya teknologi CD. Kehadiran CD bisa melepaskan batasan lagu-lagu andalan dan tambahan tadi. Musik sudah benar-benar menjadi industri besar yang menggiurkan. Bisnis musik makin meledak ketika pada tanggal 1 Agustus 1981, lahir sebuah TV yang khusus memutarkan musik saja, yaitu MTV (Music Television) dengan videoklip pertama yang ditayangkan adalah "Video Kill The Radio Stars". Rasanya video tadi pas dan tepat jika dilihat bahwa kemunculan MTV bisa dibilang pengulangan sejarah saat munculnya musik komersil di radio.
Kemunculan MTV jelas saja disambut baik oleh pebisnis musik di seantero dunia. Karena kehadirannya sebagai kendaraan berjaualan musik mereka. Tidak sedikit band atau musisi yang besar berkat media MTV ini. Yang menjadi uniknya adalah, bahwa bisnis TV adalah bisnis jualan slot iklan dalam durasi tayang. Makin lama durasi yang ditayangkan maka makin mahal pula uang yang harus dibayar. Berbeda dengan MTV, mereka tidak memungut bayaran dari video musik yang ditayangkan. Namun dengan "gaya" gratisan tadi si musisi pemilik video tidak bisa mengatur dan memantau tayangan klipnya. Untuk dapat memantau maka pihak label harus membayar (layaknya pemasangan iklan saja). Yang lebih ironisnya bahwa videoklip yang sering diputar di MTV durasinya antara 3 - 4 menit. Jika ada sebuah video musik dengan durasi 5 - 6 menit, maka siap-siap saja untuk jarang ditayangkan. Begitupun untuk radio. Tidak heran kalau sebuah lagu ada istilah : radio cut atau radio version.
Nah.. sekarang kembali kepada musisi. Untuk apa mereka membuat lagu? ekspresi berseni? atau kebutuhan komoditi ekonomi? Keduanya akan pasti ada. Sebuah produk budaya (film, sastra, musik, komik, grafis dst.) akan selalu muncul menjadi dua sisi yang berbeda :
1. Sisi komersil (barang dagangan)
2. Sisi apresiasi (barang seni)
Di sisi manakah sekarang anda bermusik?
(Foto : Frederick Malcolm Waring)
Sumber : http://motulz.multiply.com/journal/item/49/Musisi_Hanya_Berkarya_Untuk_Uang
Selanjutnya...








